KKPI
MEMBUAT E-MAIL DENGAN GMAIL
Gmail adalah salah satu layanan email yang diberikan secara gratis oleh om Google (www.google.com). Pertama dikeluarkan bisa memuat data e-mail sekitar 1 GB. Untuk tips membuat silakan baca langkah dan ikuti langkah-langkah di bawah ini sebagai berikut :
1. Onkan Komputer
2. Buka Browser (klik Internet Eplorer)pada Addrres tuliskan http://www.google.com , akan terlihat halaman awal website seperti terlihat pada gambar di bawah :
3. Kemudian klik buat akun.
4. Selanjutnya keluar kotak Form untuk diisi ( jika perlu pilih dulu bahasa dengan mengklik kotak yang ada disudut kanan atas.
5.Jika sudah selesai mengisi seluruh kotak form, kemudian berhasil mendaftar akan keluar kotak dialog berikut, dan klik " tanda tangan untuk lanjut.
6. Berikutnya Mail Box anda tampil seperti dibawah ini ;
KESIMPULAN MEMBUATNYA :
1. BUKA KOMPUTER
2. KLIK START
3. KLIK INTERNET EXPLORER
4. MUNCUL MENU IE PADA ADDRESS KETIK : http://www.google.com
5. MUNCUL WEN GOOGLE KLIK MENU “GMAIL”
6. MUNCUL WEB GMAIL Kemudian Klik “ buat akun “ (daftar)
7. MUNCUL FORM PENDAFTARAN
8. PILIH BAHASA ( PADA KOTAK KLIK DAN SELEK BAHASA INDONESIA)
9. PADA MENU FORM MASUKKAN DATA ANDA
10. SELESAI MASUKKAN DATA KLIK “SAYA MENERIMA BUAT AKUNKU”
11. PADA MENU BERIKUT KLIK I AM READY ....
12. KEMUDIAN HALAMAN EMAIL MUNCUL
13. LANJUTKAN UNTUK MEMBACA ATAU MENGIRIM EMAIL ANDA
MATEMATIKA
Pengkajian ruang bermula dengan
geometri – khususnya,
geometri euclid.
Trigonometri memadukan ruang dan bilangan, dan mencakupi
Teorema pitagoras yang terkenal. Pengkajian modern tentang ruang memperumum gagasan-gagasan ini untuk menyertakan geometri berdimensi lebih tinggi,
geometri tak-euclid (yang berperan penting di dalam
relativitas umum) dan
topologi. Besaran dan ruang berperan penting di dalam
geometri analitik,
geometri diferensial, dan
geometri aljabar. Di dalam geometri diferensial terdapat konsep-konsep
buntelan serat dan kalkulus
lipatan. Di dalam geometri aljabar terdapat penjelasan objek-objek geometri sebagai himpunan penyelesaian persamaan
polinom, memadukan konsep-konsep besaran dan ruang, dan juga pengkajian
grup topologi, yang memadukan struktur dan ruang.
Grup lie biasa dipakai untuk mengkaji ruang, struktur, dan perubahan.
Topologi di dalam banyak percabangannya mungkin menjadi wilayah pertumbuhan terbesar di dalam matematika abad ke-20, dan menyertakan
konjektur poincaré yang telah lama ada dan
teorema empat warna, yang hanya "berhasil" dibuktikan dengan komputer, dan belum pernah dibuktikan oleh manusia secara manual.
BAHASA INDONESIA
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak menggunakan kata bergender. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk memerinci sebuah jenis kelamin, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-laki" sebagai contohnya.
Ada juga kata yang berjenis kelamin, seperti contohnya "putri" dan "putra". Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain. Pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.
Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata), tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. Sebagai contoh "seribu orang" dipakai, bukan "seribu orang-orang". Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain, tidak terbatas pada kata benda.
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar yaitu Subyek - Predikat - Obyek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau "esok"), atau petunjuk lain seperti "sudah" atau "belum".
Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.
IPA
Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.
IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).
IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen.
Mata pelajaran ini pula di gunakan dalam UN dan UASBN
BAHASA INGGRIS
Every speaker of a language has in their head a set of rules[1] for using that language. This is a grammar, and—at least in the case of one's native language—the vast majority of the information in it is not acquired by conscious study or instruction, but by observing other speakers; much of this work is done during infancy. Language learning later in life, of course, may involve a greater degree of explicit instruction.[2]
The term grammar can also be used for a description of the rules that govern the linguistic behaviour of a group of speakers. The term "English grammar", therefore, may have several meanings. It may refer to the whole of English grammar—that is, to the grammars of all the speakers of the language, which means including a great deal of variation.[3] Alternatively, it may refer only to what is common to the grammars of all, or of the vast majority of, English speakers (such as subject-verb-object word order in simple declarative sentences). Or it may refer to the rules of a particular, relatively well defined variety of English (such as Standard English).
"An English grammar" is a specific description, study or analysis of such rules. A reference book describing the grammar of a language is called a "reference grammar" or simply "a grammar". A fully explicit grammar exhaustively describing the grammatical constructions of a language is called a descriptive grammar. Linguistic description contrasts with linguistic prescription, which tries to enforce rules of how a language is to be used.
Grammatical frameworks are approaches to constructing grammars. The standard framework of generative grammar is the transformational grammar model developed in various ways by Noam Chomsky and his associates from the 1950s onwards.
KEWIRAUSAHAAN
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’ranchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
- Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
- Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
FISIKA
Mekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan kerangka matematika untuk berbagai cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori medan kuantum dan fisika kuantum umumnya, yang, bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit -- berupa 'paket' atau 'kuanta'. Konsep ini cukup revolusioner, karena bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.
KIMIA
Kimia kuantum secara matematis menjelaskan kelakuan dasar materi pada tingkat molekul. Secara prinsip, dimungkinkan untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat secara realistis diinvestigasi dengan mekanika kuantum murni dan harus dilakukan hampiran untuk sebagian besar tujuan praktis (misalnya, Hartree-Fock, pasca-Hartree-Fock, atau teori fungsi kerapatan, lihat kimia komputasi untuk detilnya). Karenanya, pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak diperlukan bagi sebagian besar bidang kimia karena implikasi penting dari teori (terutama hampiran orbital) dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih sederhana.
Dalam mekanika kuantum (beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), Hamiltonan, atau keadaan fisik, dari partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dua operator, satu berhubungan dengan energi kinetik dan satunya dengan energi potensial. Hamiltonan dalam persamaan gelombang Schrödinger yang digunakan dalam kimia kuantum tidak memiliki terminologi bagi putaran elektron.
Penyelesaian persamaan Schrödinger untuk atom hidrogen memberikan bentuk persamaan gelombang untuk orbital atom, dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p, dan 3p. Hampiran orbital dapat digunakan untuk memahami atom lainnya seperti helium, litium, dan karbon.